Intel XDK – Membuat Aplikasi Mobile Secara Mudah Dengan HTML5

Dulu mungkin kita ngebuat aplikasi mobile pakenya bahasa Java, C#, dan lain-lain namun sekarang kita udah bisa lho membuat aplikasi mobile menggunakan HTML5. Nah, Intel punya platform untuk membuat aplikasi mobile cukup dengan menggunakan bahasa HTML5 yaitu Intel XDK.
Intel XDK dulu sebetulnya bernama AppMobi dan lalu akhirnya diakusisi oleh Intel untuk kemudian dikembangkan lebih lanjut. Canggihnya, dengan hanya menggunakan satu kodingan saja di Intel XDK kita bisa langsung membuat aplikasinya untuk di berbagai macam platform sekaligus seperti Android, iOS, dan Windows Phone.
Intel XDK disediakan secara gratis oleh Intel untuk para pengembang aplikasi. Untuk mengunduhnya dapat mengunjungi situs resmi Intel XDK. Penggunaanya cukup mudah dan tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi dengan lingkungan pengembangan yang disediakan oleh Intel XDK. Di Intel XDK, tampilan antarmukanya terbagi menjadi 4 menu utama untuk pengembangan aplikasi yaitu Develop, Emulate, Test, dan Buid.
Intel XDK adalah perangkat bagi para pengembang untuk mengembangkan aplikasi HTML5 hybrid untuk berbagai perangkat mobile dan aplikasi HTML5 lainnya seperti ekstensi Google Chrome, aplikasi Facebook, atau sebuah website mobile. Pada Intel XDK terdapat perangkat untuk melakukan coding, debugging, testing, dan build aplikasi yang telah kita kembangkan menjadi aplikasi web dan aplikasi HTML5 hybrid untuk berbagai platform mobile diantaranya iOs, Android, Windows 8 Store, Windows 8 Phone dan lain-lain.
            Intel XDK dulu sebetulnya bernama AppMobi dan lalu akhirnya diakusisi oleh Intel untuk kemudian dikembangkan lebih lanjut. Canggihnya, dengan hanya menggunakan satu kodingan saja di Intel XDK bisa langsung membuat aplikasinya untuk berbagai macam platform sekaligus seperti Android iOs, dan Windows Phone. Di Intel XDK, tampilan user interfaceterbagi menjadi 4 menu utama untuk pengembangan aplikasi yaitu Develop, Emulate, Test, dan Build.
            Develop
            Disinilah aplikasi dibuat. Intel XDK sudah menyediakan antarmuka untuk pengkodingan aplikasi selain itu juga ada mode App Designer di mana pengembang aplikasi dapat membuat desain aplikasinya tanpa perlu koding.
Gambar 1.1 Develop
            Emulate
            Untuk mengemulasikan aplikasi yang sudah dibuat, Intel XDK dapat langsung menampilkan seperti apa jadinya aplikasi dan dapat melakukan operasi-operasi yang ada di aplikasi ini.
Gambar 1.2 Emulate
            Test
            Jika ingin mengetes aplikasi yang dibuat langsung di handphone, Intel XDK menyediakan layanan yang dapat mentransfer aplikasi yang dibuat langsung ke handphone tujuan untuk keperluan testing.
Gambar 1.3 Test
            Build
            Setelah sudah selesai mengkoding dan mengetes aplikasi, kemudian bisa langsung mengemas aplikasi yang ada di platform yang diinginkan. Intel XDK menyediakan banyak platform yang bisa digunakan.
Gambar 1.4 Build

Contoh Proposal Penulisan Ilmiah



Proposal Penulisan Ilmiah

APLIKASI DIAGNOSIS PENYAKIT HEPATITIS UNTUK MOBILE DEVICES MENGGUNAKAN  J2ME


1.1  Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi telah membawa dampak positif bagi perkembangan bangsa - bangsa di seluruh dunia termasuk bangsa Indonesia. Perkembangan sebuah perangkat mobile devices sangat cepat. Mobile devices dirancang sedemikian hingga mudah untuk dibawa kemana saja. Sehingga dapat memudahkan pengguna untuk menggunakannya. Selain itu sekarang cenderung semakin banyak orang menggunakan mobile devices dan semakin banyak fasilitas dari mobile devices yang memudahkan penggunanya. Untuk itu aplikasi diagnosis penyakit hepatitis ini dibuat. Kemudahan dalam hal pelayanan kesehatan sangat diharapkan oleh masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi mobile devices dalam aplikasi diagnosis penyakit hepatitis ini maka pasien dan dokter dapat terbantu. Dengan hanya memasukkan gejala yang dideritanya pasien dapat segera tahu jenis penyakit hepatitis yang dideritanya Sehingga kecepatan dan keefektifan dalam pelayanan dan penanganan kesehatan dapat segera dilakukan. Aplikasi ini menggunakan teknologi J2ME karena teknologi ini bersifat platform. Disamping itu aplikasi ini hanya memerlukan kapasitas memori kecil untuk instalasi sehingga tidak memberatkan perangkat mobile devices.

1.2  Batasan Masalah
Batasan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Mendiagnosis suatu penyakit berdasarkan gejala-gejala yang diderita.
2.      Penyakit yang akan didiagnosis adalah penyakit Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C.
3.      Membahas tentang program mobile yang akan menentukan jenis penyakit dan nilai kepastian terhadap penyakit tersebut.
4.      Input berupa gejala-gejala penyakit Hepatitis yang menyerang pasien.
5.      Output berupa identifikasi kemungkinan jenis penyakit Hepatitis yang menyerang pasien serta nilai kepastian terhadap penyakit tersebut.
6.      Perhitungan menggunakan metode factor kepastian (certainty factor) yang menunjukkan ukuran kepastian terhadap suatu fakta
7.      Representasi pengetahuan yang digunakan adalah sistem pakar berbasis rule dan dalam penalaran menggunakan metode backward chaining.
8.      Program dibangun secara menggunakan teknologi J2ME dan diimplementasikan secara simulasi.


1.3  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulis dalam penyusunan PI ini adalah :
1.      Menjelaskan cara pembuatan aplikasi diagnosa penyakit hepatitis untuk mobile device
2.      Memberikan informasi mengenai penyakit hepatitis yang diderita oleh pasien (user), dan
3,    Mempermudah bagi para pasien (user) untuk mendiagnosa penyakit hepatitis.

1.4  Metode Penelitian
Motode penelitian dalam penulisan ini menggunakan metode : Studi pustaka yaitu  pengumpulan data dengan cara membaca dari literatur atau buku-buku yang berhubungan dengan objek penelitian sebagai bahan landasan teori maupun landasan analisis.
Penulisan Ilmiah ini disusun secara sistematis melalui beberapa tahap, yaitu:
1.      Pengumpulan data/informasi mengenai penyakit hepatitis
2.      Perancangan tampilan
3.      Pembuatan aplikasi dengan menggunakan aplikasi J2ME
4.      Publikasi aplikasi        
5.      Pengujian aplikasi

1.5  Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah dalam membahas dan menyajikan penulisan tugas akhir ini, maka akan dijabarkan gambaran sistematika penyusunan tugas akhir sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi uraian beberapa pokok persoalan yang terdiri dari latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, perumusan masalah, metode penulisan, juga sistematika penulisan.

BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan teori-teori yang mendukung atau berhubungan dengan penulisan ilmiah ini dan ruang lingkup tentang sistem pakar, definisi penyakit hepatitis dan aplikasi J2ME.

BAB III : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini membahas mengenai rancangan yang terdiri dari perancangan sistem, Rancangan tampilan aplikasi, tahapan-tahapan dari pembuatan aplikasi, serta tentang publikasi aplikasi.

BAB IV : PENUTUP
Pada bab ini merupakan bab penutup dari penulisan ilmiah ini yang berisi kesimpulan, kritik, saran dan daftar pustaka.

Kutipan Dan Daftar Pustaka

A.  KUTIPAN

1.   Pengertian Kutipan

       Kutipan adalah pengambil alihan satu klimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argument dalam tulisan itu sendiri. Kutiupan sering kita pakai dalam penulisan karya ilmiah.


           Bahan-bahan yang dimasukkan dalam sebagai kutipan adalah bahan yang tidak/belum menjadi pengetahuan umum,hasil-hasil penelitian terbaru dan pendapat-pendapat seseorang yang tidak/belum menjadi pendapat umum.jadi,pendapat pribadi tidk perlu dimasukkan sebagai kutipan.
2.   Prinsip Mengutip
                 Dalam mengutip kita harus menyebutkan sumbernya. Hal itu dimaksudkan sebagai pernyataan penghormatan kepada orang yang pendapatnya dikutip ,dan sebagai pembuktian akan kebenaran kutipan tersebut. Cara penyebutan kutioan ada 2 cara,yaitu system catatan kaki dan sistem catatan langsung ( catatan perut ).Kita harus memilih salah satu dan harus konsisten.
3.   Jenis Kutipan 
                  Menurut jenisnya kutipan dapat dibedakan atas kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.
·           Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sebuah teks aslinya.

            Sebaliknya, kutipan tidak langsung adalah pinjaman pendapat dari seorang penulis atau tokoh terkenal berupa saripati atau ikhtisar dari pendapat tersebut.
Perbedaan antara kedua jenis kutipan hendaknya harus benar-benar diperhatikan karena akan membantu konsekuensi yang berlainan bila dimasukkan ke dalam teka. Dalam hubungan ini, cara mengambil bahan dari buku-buku ketika mengumpulkan data akan sangat membantu.

Kutipan lngsung harus dimasukkan ke dalam tanda kutip,sedangkan kutipan tidak labngsung tidak diapit oleh tanda kutip.

4.   Teknik Mengutip
            Mengutip atau merujuk dapat dilakukan dengan mengambil pendapat atau temuan orang lain, baik secara langsung maupun tiak langsung. Pengutipan semacam ini dilakukan dengan merujuk kepada nama penulis dan karyanya yang dimaksud. Nama penulis yang dipakai adalah nama keluarga, nam amarga , atau nama akhir tanpa menuliskan gelar atau jabatannya. Apabila sumber yang dikutip ditulis satu dan/atau dua orang, maka nama penulis dituliskan semua pada setiap kali diacuh. Bila yang dikutip adalah yang ditulis oleh tiga penulis, maka nama penulis pertama saja yang ditulis diikuti singkatan dkk ( dan kawan-kawan) atau singkatan et al (et alli atau et aliae), misalnya, Hasanuddin, Dkk


B.      DAFTAR PUSTAKA
                Daftar pustaka atau biasa juga disebut bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul-judul buku, artikel, makalah, dan bahan-bahan dalam bentuk lainnya yang dijadikan sumber atau rujukan untuk sebuah buku atau bentuk tulisan lain.

1.        Unsur Daftar Pustaka
                Unsur yang paling penting yang harus dimasukkan ke dalam daftar pustaka antara lain sebagai berikut.

-Nama penulis, ditulis secara lengkap
-Judul buku, juga termasuk anak judulnya atau judul tambahan
-Data publikasi, meliputi nama penerbit, tahun terbit, dan di mana terbitnya buku tersebut. Jika perlu sertakan cetakan ke berapa.
-Untuk artikel atau tulisan di majalah, perlu ditulis juga nama pengarangnya, judul artikel, nama majalah, nomor, dan tahun terbit.

2.         Teknik Penulisan
            Cara menulis daftar pustaka tidaklah seragam, terutama diakibatkan oleh sifat bahan referensi itu. Cara penyusunan daftar pustaka untuk buku dan majalah tentu berbeda. Namun ada tiga pokok yang selalu harus dicantumkan: penulis, judul, dan data-data publikasi.

            Urutan cara menulis daftar pustaka pada umumnya adalah sebagai berikut.

Nama penulis. Tahun terbit. Judul buku. Kota terbit: Nama penerbit

Catatan urutan:

            Jika nama penulis mempunyai dua kata, tulis kata terakhir dulu, pisahkan dengan tanda koma Setelah nama pengarang, kemudian beri tanda titik untuk menuliskan tahun terbit
Judul buku ditulis dengan italic. Setelah judul, beri tanda titik, kemudian tulis kota terbit.
Setelah kota terbit, beri tanda titik dua, kemudian tulis nama penerbit

Contoh Penulisan Daftar Pustaka :
·         Satu pengarang
Sukono, Catur. 2010. Desain Grafis. Jakarta: OK Publishing
Dua atau tiga pengarang
·         Sukono, Catur dan Joko Susilo. 2010. Desain Grafis. Jakarta: OK Publishing
(Nama yang dibali hanya pengarang pertama saja, yang kedua dan ketiga – bila ada – ditulis tanpa dibalik.)

·         Banyak pengarang
Sukono, Catur, dkk. 2010. Desain Grafis. Jakarta: OK Publishing

·         Buku terjemahan
Havelar, Jack. 2010. Desain Grafis, terj. Catur Sukono. Jakarta: OK Publishing

·         Artikel dalam majalah atau sumber lain
Sukono, Catur. 2010. “Desain Grafis”, OK Majalah. Jakarta: OK Publishing

(Judul artikel diapit dengan tanda petik)

 Sumber:          - http://www.anneahira.com
                        - http://nabiyutiful.blogspot.com/2011/01/kutipan-dan-daftar-pustaka.html