Hari ini ku mati, Perlahan... Tubuhku ditutup tanah. Perlahan... Semua pergi meninggalkanku... Masih terdengar jelas langkah² terakhir mereka, Aq sendirian, Di tempat gelap yang tak pernah terbayang, Sendiri, Menunggu pertanyaan malaikat... Belahan hati, Belahan jiwa pun pergi. Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain. Aq bukan siapa2 lagi bagi mereka... Sanak keluarga menangis, Sangat pedih, Aku pun demikian, Tak kalah sedih... Tetapi aq tetap sendiri, D sini, menunggu perhitungan. Menyesal sudah tak mungkin. Tobat tak lagi dianggap, Dan maaf pun tak bakal didengar, Aq benar2 harus sendiri... Ya Allah... Jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan, Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milik-MU, Untuk aku perbaiki diriku, Aq ingin memohon maaf pada mereka... Yang selama ini telah merasakan dzalimku, Yang selama ini sengsara karena aku, Tersakiti karena aku... Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yang telah kukumpulkan, Yang bahkan kumakan, Ya Allah beri lagi aku beberapa hari milik-Mu, Untuk berbakti kepada Ayah & Ibu tercinta... Teringat kata-kata kasar & keras yang menyakitkan hati mereka, Maafkan aku Ayah & Ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu, Beri jg ya Allah aq wktu utk berkumpul dgn keluargaku, Menyenangkan saudara-saudaraku.. Utk sungguh2 beramal soleh. Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi.. Begitu menyesal diri ini. Kesenangan yang pernah kuraih dulu, Tak ada artinya sama sekali... Mengapa kusia-siakan waktu hidup yang hanya skli itu...? Andai aq bisa putar ulang wkt itu... Aq dimakamkan hari ini, Dan ketika smua mnjdi tak termaafkan, Dan ketika semua mnjdi trlmbt, Dan ketika aku harus sndri... Utk wkt yg tak terbayangkan sampai yaumul hisab & d kmplkn d Pdng Mashar... (Renungan utkku, utkmu & utk kita semua)
Kelebihan Dan Kekurangan Android KitKat 4.4
- Jumat, 27 Maret 2015
Android merupakan sistem operasi yang dikembangkan oleh Google telah beberapa waktu kemarin telah meluncurkan Android v 4.4 yang diberi nama KitKat, kami telah menelisik beberapa kelebihan dan kekurangan yang terdapat pada sistem operasi Android KitKat.
Berbagai fitur yang di sediakan oleh OS Android KitKat ini salah satunya adalah perbaikan sistem penyimpanan sementara pada pengunaan memori, yang mana kinerja prosesor telah di minimalisir terhadap penyimpanan registry data sementara pada RAM dan secara langsung akan di tampung oleh kapasitas memori internal yang tersedia, sehingga loading prosesor akan terasa lebih ringan. Simak secara detail dan lebih jelas tentang kelebihan dan kekurangan Android KitKat.
Kelebihan Android KitKat 4.4 diantaranya sebagai berikut;
1. Warna layar transparan menyelimuti tombol virtual sentuh pada layar, sehingga tampilan warna yang terlihat sama dengan warna dari Wallpaper yang digunakan.
2. Aplikasi Google Now muncul sebagai salah satu bagian dari panel Homescreen, sehingga lebih mudah di gunakan.
3. Dalam fitur yang di suguhkan Google telah mengubah latar App drawer KitKat dari varsi sebelumnya yang berwarna hitam menjadi transparan.
4. Untuk ukuran ikon menu pada Android KitKat ini sudah sengaja di buat lebih besar, sehingga sangat nyaman untuk di operasikan oleh para pengguna.
5. Pada bagian widget Google telah memberikan tampilan halaman menu supaya terlihat sederhana dengan menyingkirkan tab Apps melalui mode luring
6. OS Android KitKat terbaru ini memiliki inovasi system penghemat bateray, dengan built-in power saving mode yang tentunya bertujuan menghemat baterai dari system pemakaian bawaan Android.
7. Android 4.4 kitkat memiliki kemampuan untuk meningkatkan memori di dalam smartphone yang bisa meningkatkan responsive dari layar touchscreen perangkat anda
8. Hal paling menarik mengenahi keunggulan Android KitKat yang patut kita banggakan adalah support processor sebagai pendukung perangkat telah menggunakan tri core, sehingga memiliki kecepatan tinggi pada kapasitas pemakaian.
Kekurangan Android 4.4 KitKat sebagai berikut:
1. 4.4 KitKat merupakan versi perangkat lunak terbaru dari google, mungkin termasuk produk perkenalan bagi mayoritas para pengguna Android, untuk itu masih perlu pembelajaran dalam pengoprasiannya.
2. Dengan luring tampilan pada layar yang sering kali menggeser menu fitur menjadi tidak terlihat atau transparan ini terkadang membuat pengguna agak canggung untuk menyentuh layar, karena hanya wallpaper saja yang terlihat.
3. Untuk penggunaan OS ini harus benar-benar memperhatikan support processor yang minimal berkapasitas tri core, apa bila memaksakan untuk memasang pada processor di bawahnya nanti akan membuat kinerjanya tidak sempurna.
Dari beberapa informasi yang kami tulis diatas, mungkin masih sebagian kecil kelemahan dan kelebihan dari Android 4.4 KitKat, semoga bisa menjadi referensi para penggunaa smartphone.
Materi Laporan Akhir Proposal
-
Materi Laporan Akhir Proposal
CARA MEMBUAT LAPORAN KEGIATAN
1.1 Pengertian Laporan Kegiatan
Laporan
kegiatan adalah suatu ikhtisar tentang hal ikhwal pelaksana suatu kegiatan,
yang harus disampaikan oleh pembina kepada pihak yang memberi tugas sebagai
pertanggungjawaban.
1.2 Pentingnya Laporan Kegiatan
·
Laporan kegiatan merupakan alat yang
penting untuk :
·
Dasar penentuan kebijakan dan pengarahan
pimpinan.
·
Bahan penyusunan rencana kegiatan
berikutnya.
·
Mengetahui perkembangan dan proses
peningkatan kegiatan.
·
Data sejarah perkembangan satuan yang
bersangkutan dan lain-lain.
1.3 Macam Laporan Kegiatan
Ditinjau
dari cara penyampaian, terdapat :
1)
Laporan lisan, disampaikan secara lesan, biasanya dilakukan hal-hal yang perlu
segera disampaikan laporan lisan dapat dengan tatap muka, lewat telepon ,
wawancara dan sebagainya.
2)
Laporan tertulis, disampaikan secara lengkap dalam bentuk tulisan.
Ditinjau
dari bahasa yang digunakan, terdapat :
1)
Laporan yang ditulis secara populer, yang menggunakan kata-kata sederhana,
kadang-kadang diselingi dengan kalimat humor / lucu.
2)
Laporan yang ditulis secara ilmiah, sebagai hasil peneliti. Biasanya isinya
singkat tetapi padat dan sistimatis serta logis.
1.4 Ditinjau
dari isinya, dapat dibedakan :
1)
Laporan kegiatan, misalnya pelaksanaan perkemahan, pelaksanaan ujian SKU, SKK,
Pramuka Garuda.
2)
Laporan perjalanan, misalnya laporan wisata, pengembaraan, penjelejahan dan
sebagainya.
3)
Laporan keuangan, menyangkut masalah penerimaan dan penggunaan uang.
1.5 Sistimatika Laporan
Hendaknya
laporan lengkap, dapat menjawab semua pertanyaan mengenai : apa ( what ), mengapa ( why ), siapa ( Who ), dimana ( where ), kapan ( when ), bagaimana( how ).
Urutan
isi laporan sebaiknya diatur, sehingga penerima laporan dapat mudah memahami.
Urutan isi laporan antara lain sebagai berikut :
1. Pendahuluan
Pada
pendahuluan disebutkan tentang :
·
Latar belakang kegiatan.
·
Dasar hukum kegiatan.
·
Apa maksud dan tujuan kegiatan.
·
Ruang lingkup isi laporan.
2. Isi Laporan
Pada
bagian ini dimuat segala sesuatu yang ingin dilaporkan antara lain :
·
Jenis kegiatan.
·
Tempat dan waktu kegiatan.
·
Petugas kegiatan.
·
Persiapan dan rencana kegiatan.
·
Peserta kegiatan.
·
Pelaksanaan kegiatan (menurut bidangnya,
urutan waktu pelaksanaan, urutan fakta / datanya).
·
Kesulitan dan hambatan.
·
Hasil kegiatan.
·
Kesimpulan dan saran penyempurnaan
kegiatan yang akan datang.
3. Penutup
Pada
kegiatan ini ditulis ucapan terima kasih kepada yang telah membantu
penyelenggaraan kegiatan itu, dan permintaan maaf bila ada
kekurangan-kekurangan. Juga dengan maksud apa laporan itu dibuat.
Hal-hal
yang perlu diperhatikan
·
Laporan diusahakan agar :
·
Singkat dan padat.
·
Runtut atau sistimatis.
·
Mudah dipahami isinya.
·
Isinya lengkap.
·
Menarik penyajiannya.
·
Berpegangan pada fakta, data dan
persoalannya.
·
Tepat pada waktunya.
4. Lain – lain
a.
Dalam laporan dapat dilampirkan : photo-photo kegiatan, tanda bukti,
surat-surat keterangan dan sebagainya ( copy )
b.
Untuk mempermudah penyusunan laporan sebaiknya tetap mengacu pada proposal yang
pernah diajukan.
c.
Memberikan Laporan kegiatan dengan tembusan kepada satuan/ lembaga yang
terkait. ( Mabi, Kwartir, Sponsor dll
5. Hasil
Alhamdulillah kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan
terlaksana dengan baik. Diawali dengan upacara pembukaan pada tanggal 25
November 2010 yang dibuka langsung oleh bapak Kepala Sekolah SMA Terpadu Wira
Bhakti Gorontalo dan Wakasek Bagian Kesiswaan dan upacara pembukaan ini juga
diikuti langsung oleh seluruh taruna/i pratama dan
madya. Dan kegiatan ini pula ada beberapa materi yang akan diberikan kepada
taruna/i agar para taruna/i sekalian dapat mengetahui lebih banyak tentang
organisasi. Adapun materi-materi yang akan diajarkan oleh para pemateri yaitu :
1. Arah
Kebijakan Sekolah Dalam Organisasi Senat oleh Bapak Yusnan Yusuf Ekie selaku
Kepala Sekolah SMAT Wira Bhakti
2. Leadership
(Kepemimpinan) oleh Bapak Suleman Haridji, M.Pd
3. Jurnalistik
oleh Crew Media Cetak Gorontalo Post
4. Administrasi
oleh Bapak Herliono, M.Pd
5. Team
Work oleh Bripda Maston Djauhari
6. Problem
Solving oleh Bapak Khoirul Amin, S.Sos.I, dan
7. Organisasi
Senat oleh Bapak La Iha, S.Pd
Setelah para taruna/i telah selesai
menerima seluruh materi pada kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan, kegiatan pun
ditutup secara resmi oleh bapak Khoirul Amin, S.Sos.I pada hari minggu, 28
November 2010 dan upacara penutupan ini juga diikuti oleh seluruh taruna/i
pratama dan madya dan dengan ditutupnya kegiatan ini kami berharap agar semua
teori-teori yang disampaikan oleh para pemateri dapat diaplikasikan oleh
seluruh taruna/i.
6. Penutup
Demikian laporan hasil kegiatan yang kami
buat, atas perhatian dan bantuan dari bapak, kami ucapkan terima kasih.
Gorontalo, 28 November 2010
Panitia Pelaksana
Ketua Sekretaris
Rahmad S. Abudi Kurniawan
Ani
Mengetahui
Wakasek
Kesiswaan Ketua
Senat
La Iha,
S.Pd Aldy
Nuhriady Haridji
NIP : 19770712 200701 1 013
DAFTAR PUSTAKA DAN ABSTRAK
- Kamis, 15 Januari 2015
DAFTAR PUSTAKA
1) Pengertian Daftar
Pustaka
Daftar pustaka adalah halaman yang
berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan
ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul buku-buku,
artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian
dengan sebuah karangan (contohnya: thesis). Melalui daftar pustaka yang
disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat kembali pada sumber
aslinya.
2) Unsur-unsur Daftar
Pustaka
Unsur-unsur yang harus kita perhatikan
dalam menulis daftar pustaka diantaranya: nama pengarang, penerjemah, tahun
terbit, judul buku, kota terbit, dan penerbit. Selain itu ada pula unsur-unsur
yang bisa ada namun tak selalu ada, misalnya: nama editor atau penyunting,
jilid buku, edisi buku, dan anak judul. Disebut tak selalu ada karena tak semua
buku memiliki unsur-unsur ini.
Yang sering membingungkan kita dalam
menulis daftar pustaka diantaranya adalah cara menuliskan nama pengarang. Pada
daftar pustaka, nama pengarang kita tuliskan terbalik yaitu nama belakang
terlebih dahulu di ikuti tanda koma(,) baru nama depannya. Berikut ini tata
cara membalikan nama pengarang dalam daftar pustaka:
o Nama belakang ditulis lebih dahulu daripada nama
depan, meskipun bukan merupakan nama keluarga.Misalnya: Dewi Rieka…………..>
ditulis sebagai: Rieka, Dewi.
o Nama belakang yang bagian akhirnya berupa singkatan tidak
diletakkan di bagian depan pembalikan.Misalnya: Triani Retno A
………………> ditulis sebagai: Retno A, Triani dan bukan A, Triani Retno.
o Nama yang mencantumkan gelar tradisi, maka nama yang diletakkan di depan dalam
pembalikan adalah nama yang tercantum setelah gelar.Misalnya: Rahman Sutan
Radjo ………………..> ditulis sebagai: Rajo, Rahman Sutan.
o Nama yang mencantumkan kata bin atau binti, maka yang
dicantumkan di depan dalam penulisan daftar pustaka adalah nama yang tercantum
setelah kata bin atau binti tersebut.Misalnya:
Siti Nurhaliza binti Rustam ……………..> ditulis sebagai: Rustam, Siti
Nurhaliza binti
o Nama pengarang memiliki nama majemukMisalnya: Hillary
Rodham-Clinton ………………………> ditulis sebagai: Rodham-Clinton,
Hillary dan bukan Clinton, Hillary
Rodham.
o Nama keluarga berada di bagian depan nama seperti
nama-nama orang Cina, maka tidak perlu ada pembalikan nama dalam penulisan
daftar pustaka. Misalnya: Wong Kam Fu ………..> ditulis sebagai:
Wong, Kam FuKecuali jika mencantumkan nama Barat, maka
asas pembalikan nama ini tetap berlaku. Misalnya: Michelle Yeoh
………….> ditulis sebagai: Yeoh, Michelle.
o Penulisan nama-nama pengarang dari Eropa yang memiliki
kata depan, kata sandang, atau perpaduannya juga memiliki peraturan tersendiri
dalam penulisan daftar pustaka. Misalnya nama-nama Italia yang nama keluarganya
didahului dengan awalan, maka kata utama ada pada awalan tersebut.
Misalnya: Leonardi Di Caprio …………………> ditulis sebagai: Di Caprio,
LeonardoAkan tetapi, nama-nama Italia yang nama keluarganya berawalan d’ de, de’, degli, dei, dan de li, maka kata utama ada nama setelah awalan itu.
Misalnya: Lorenzo d’Montana …………> ditulis sebagai: Montana,
Lorenzo d’
3) Jenis-jenis Daftar
Pustaka
#Kelompok Textbook
a. Penulis perorangan
b. Kumpulan karangan beberapa penulis dengan editor
c. Buku yang ditulis / dibuat oleh lembaga
d. Buku terjemahan
# Kelompok Jurnal
a. Artikel yang disusun oleh penulis
b. Artikel yang disusun oleh lembaga
c. Kelompok makalah yang diresentasikan dalam seminar
/ konferensi /
simposium
# Kelompok disertasi / tesis
# Kelompok makalah / informasi dari Internet
4) Teknik Penulisan
Daftar Pustaka
Dalam penulisan daftar pustaka kita juga
harus memperhatikan hal-hal berikut ini.
o Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan alfabet,
berturut-turut dari atas ke bawah, tanpa menggunakan angka arab (1,2,3, dan
seterusnya).
o Cara penulisan daftar pustaka sebagai berikut:
-Tulis
nama pengarang (nama pengarang bagian belakang ditulis terlebih dahulu, baru
nama depan)
-Tulislah
tahun terbit buku. Setelah tahun terbit diberi tanda titik (.)
-Tulislah
judul buku (dengan diberi garis bawah atau cetak miring). Setelah judul buku
diberi tanda titik (.).
-Tulislah
kota terbit dan nama penerbitnya. Diantara kedua bagian itu diberi tanda titik
dua (:). Setelah nama penerbit diberi tanda titik
-Apabila
digunakan dua sumber pustaka atau lebih yang sama pengarangnya, maka sumber
dirilis dari buku yang lebih dahulu terbit, baru buku yang terbit kemudian. Di
antara kedua sumber pustaka itu dibutuhkan tanda garis panjang.
o Untuk penulisan daftar pustaka yang berasal dari
internet ada beberapa rumusan pendapat :
–
Menurut Sophia (2002), komponen suatu bibliografi online adalah:
•
Nama Pengarang• Tanggal revisi terakhhir• Judul Makalah• Media yang memuat• URL
yang terdiri dari protocol/situs/path/file• Tanggal akses. – Menurut
Winarko memberikan rumusan pencantuman bibliografi online di daftar pustaka
sebagai berikut: Artikel jurnal dari internet: Majalah/Jurnal Online
Penulis,
tahun, judul artikel, nama majalah (dengan singkatanresminya), nomor, volume,
halaman dan alamat website.*) Nama majalah online harus ditulis miring
Artikel umum dari internet dengan nama
Penulis, tahun, judul artikel, [jenis
media], alamat website (diakses tanggal …).*) Judul artikel harus ditulis
miring.
Artikel umum dari internet tanpa nama
Anonim, tahun, judul artikel, [jenis
media], alamat website (diakses tanggal …).*) “Anonim” dapat diganti dengan
“_____”. Judul artikel harus ditulis miring.
CONTOH KUTIPAN DAN
DAFTAR PUSTAKA
1) Buku
a) Buku tanpa Bab
Referensi pada tulisan (kutipan)
. . . which offered a theoretical backdrop for a
number of innovative behavior modification approaches
(Skinner, 1969).
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Skinner, B.F. (1969). Contingencies of reinforcement.
New York: Appleton-Century- Crofts.
Bremner, G., & Fogel, A. (Eds.).
(2001). Blackwell handbook of infant development. Malden, MA: Blackwell.
b) Buku dengan Bab
Referensi pada tulisan (kutipan)
. . . The elucidation of the potency of infant-mother
relationships, showing how later adaptations echo the
quality of early interpersonal experiences (Harlow,
1958, chap. 8).
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Harlow, H. F. (1958). Biological and biochemical basis
of behavior. In D. C. Spencer (Ed.), Symposium on
interdisciplinary research (pp.
239-252). Madison: University of Wisconsin Press.
c) Buku tanpa penulis
Referensi pada tulisan (kutipan)
. . . the number of recent graduates from art schools
in France has shown that this is a trend worldwide (Art
Students International, 1988).
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Art students international. (1988). Princeton,
NJ: Educational Publications International.
d) Buku dengan edisi / versi
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Strunk, W., Jr., & White, E. B. (1979). The
elements of style (3rd ed.). New York: Macmillan.
Cohen, J. (1977). Manual labor and dream analysis
(Rev. ed.). New York: Paradise Press.
American Psychiatric Association. (1994). Diagnostic
and statistical manual of mental disorders (4th Ed.).
Washington, DC: Author.
e) Buku terjemahan
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Luria, A. R. (1969). The mind of a mnemonist (L.
Solotaroff, Trans.). New York: Avon Books. (Original work
published 1965)
f) Buku dengan beberapa volume
Referensi pada tulisan (kutipan)
. . . The cognitive development of the characters in
Karlin’s class illustrates the validity of this new method of
testing (Wilson & Fraser, 1988-1990).
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Wilson, J. G., & Fraser, F. (Eds.).
(1988-1990). Handbook of wizards (Vols. 1-4). New York: Plenum Press.
2) Jurnal
a) Artikel Jurnal
Referensi pada tulisan (kutipan)
When quoting an author’s words exactly, indicate the
page number:
Even some psychologists have expressed the fear that
“psychology is in danger of losing its status as an
independent body of knowledge” (Peele, 1981, p. 807).
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Peele, S. (1981). Reductionism in the psychology of
the eighties: Can biochemistry eliminate addiction,
mental illness, and pain? American
Psychologist, 36, 807-818.
b) Artikel Jurnal, lebih dari enam pengarang
Referensi pada tulisan (kutipan)
. . . the nutritional value of figs is greatly
enhanced by combining them with the others (Cates et al., 1991).
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Cates, A. R., Harris, D. L., Boswell, W., Jameson, W.
L., Yee, C., Peters, A. V., et al. (1991). Figs and dates and
their benefits. Food Studies Quarterly,
11, 482-489.
3) Sumber Digital
a) Buku elektonik dari perpustakan digital
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Wharton, E. (1996). The age of innocence.
Charlottesville, VA: University of Virginia Library. Retrieved March
6, 2001, from netLibrary database.
b) Artikel Jurnal dari perpustakaan digital
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Schraw, G., & Graham, T. (1997). Helping gifted
students develop metacognitive awareness. Roeper Review,
20, 4-8. Retrieved November 4, 1998,
from Expanded Academic ASAP database.
c) Artikel Majalah atau Koran dari Internet (bukan
dari perpustakaan digital)
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Sarewitz, D., & Pielke, R. (2000, July). Breaking
the global warming gridlock [Electronic version]. The Atlantic
Monthly, 286(1), 54-64.
d) Artikel e-Journal
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Bilton, P. (2000, January). Another island, another
story: A source for Shakespeare’s The Tempest.
Renaissance Forum, 5(1). Retrieved
August 28, 2001, from
e) Halaman Web
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Shackelford, W. (2000). The six stages of cultural
competence. In Diversity central: Learning. Retrieved April
f) Web Site dari organisasi
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
American Psychological Association. (n.d.) APAStyle.org: Electronic references. Retrieved August 31,
2001,
4) Sumber Lain
a) Artikel Koran, tanpa pengarang
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Counseling foreign students. (1982,
April). Boston Globe, p. B14.
b) Tesis
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Caravaggio, Q. T. (1992). Trance and clay therapy.
Unpublished master’s thesis, Lesley University, Cambridge,
MA.
c) Desertasi
Referensi pada akhir tulisan (daftar pustaka)
Arbor, C.F. (1995). Early intervention strategies for
adolescents. Unpublished doctoral dissertation,
University of Massachusetts at Amherst.
ABSTRAK
Abstrak adalah bagian
ringkas suatu uraian yang merupakan gagasan utama dari suatu pembahasanyang
akan diuraikan. Abstrak digunakan sebagai “jembatan” untuk memahami uraian
yang akan disajikan dalam suatu karangan (biasanya laporan atau artikel ilmiah)
terutama untuk memahami ide-ide permasalahannya. Dari abstrak, pembaca dapat
mengetahui jalan pikiran penulis laporan/artikel
ilmiah tersebut dan mengetahui gambaran umum tulisan secara lengkap.
Langganan:
Postingan (Atom)





