Kalimat Efektif

1. Pengertian Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada pada pikiran pembicara dan penulis. Kalimat yang efektif mampu membuat isi atau maksud yang disampaikannya itu tergambar lengkap dalam pikiran si penerima (pembaca) persis seperti apa yang disampaikan.
Kesalahan-kesalahan yang fatal sering terjadi pada bagian kelompok kata yang memiliki keterangan dengan tafsiran pengertian yang ganda, seperti mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal, anak ibu yang nakal itu dan yang lain-lainnya, yang menyebabkan pembaca atau pendengar harus menafsirkan arti yang berlainan dengan penulis atau pembicara. Kalimat dikatakan efektif bila mampu membuat proses penyampaian dan penerimaan itu berlangsung dengan sempurna).
Kalimat yang efektif adalah kalimat yang memenuhi syarat-syarat berikut:
(1) secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis,
(2) sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis. oleh sebab itu, kalimat sangat mengutamakan keefektifan informasi sehingga kejelasan kalimat itu dapat terjamin.

Berdasarkan penjelasan di atas, kalimat efektif yaitu kalimat yang dapat menyampaikan hasil pemikiran penulis sehingga dapat dipahami pembaca secara utuh tanpa ada penafsiran yang salah. Penyampaian hasil pemikiran tersebut harus dalam kalimat yang baik.
2. Contoh Kalimat Efektif
A. Kesepadanan
Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan. Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa.
Contoh:
Amara pergi ke sekolah, kemudian Amara pergi ke rumah temannya untuk belajar. (tidak efektif)
Amara pergi ke sekolah, kemudian kerumah temannya untuk belajar. (efektif)

B. Kecermatan dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata
Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda)
Contoh:
Mahasiswi perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (tidak efektif)
Mahasiswi yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah. (efektif)


C. Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang di anggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.
Contoh:
Karena ia tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama belajar di rumahku. (tidak efektif)
Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (efektif)


D. Kelogisan
Bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
Contoh:
Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini. (tidak efektif)
Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini. (efektif)


E. Kesatuan atau Kepaduan
Maksudnya adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.
Contoh:
Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu. (tidak efektif)
Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan. (efektif)


F. Keparalelan atau Kesejajaran
Adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu.
Contoh:
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (tidak efektif)
Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan. (efektif)
Harga sembako dibekukan atau kenaikan secara luwes. (tidak efektif)
Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes. (efektif)


Sumber:

Kata Dan Pilihan Kata

1.  Pengertian Kata
Kata adalah kumpulan beberapa huruf yang memiliki makna tertentu. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan suatu perasaan dan pikiran yang dapat dipakai dalam berbahasa. Dari segi bahasa kata diartikan sebagai kombinasi morfem yang dianggap sebagai bagian terkecil dari kalimat. Sedangkan morfem sendiri adalah bagian terkecil dari kata yang memiliki makna dan tidak dapat dibagi lagi ke bentuk yang lebih kecil.
2. Hubungan Makna

1. Sinonim
Sinonim secara harfiah berarti ‘nama lain untuk membedakan atau hal yang sama’. Secara semantik, didefenisikan sebagai ungkapan yang maknanya kurang lebih sama dengan makna ungkapan lain. Misalnya, kata sudah dan telah.
2. Antonim
Antonim secara harfiah berarti ‘nama lain untuk benda lain pula’. Secara semantik, didefinisikan sebagai ungkapan yang maknanya dianggap dari makna ungkapan. Misalnya, rajin dan malas, atau jahat dan baik.
3. Homonim
Homonim secara harfiah artinya ‘nama sama untuk benda atau hal lain’. Secara semantik, didefenisikan sebagai ungkapan yang bentuknya sama dengan ungkapan lain, tetapi maknanya tidak sama, Misalnya bisa yang artinya ‘racun ular dengan bisa yang artinya ‘dapat’.
4. Homofon
Homofon adalah ungkapan yang bunyinya sama dengan ungkapan lain, tetapi tulisan dan maknanya berbeda. Misalnya, sanksi ‘hukuman’ dengan sangsi ‘ragu-ragu’.
5. Homograf
Homograf adalah ungkapan yang tulisannya sama dengan ungkapan lain, tetapi bunyi dan maknanya berbeda. Misalnya, teras ‘halaman rumah’ dengan teras yang dilafalkan [t’ras] yang berarti ‘inti kayu.
6. Polisemi
Polisemi adalah sebagai satuan bahasa (terutama kata, bisa juga frasa) yang memiliki makna lebih dari satu. Misalnya, kata kaki pada kalimat-kalimat berikut.
a. Kakinya tertusuk duri. b. Kaki meja itu patah.
7. Hiponim dan hipernim
Hiponim secara harfiah berarti ‘nama yang termasuk di bawah nama lain’. Secara semantik, didefenisikan sebagai ungkapan yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan lain. Sementara itu, hipernim adalah sebaliknya. Hipernim merupakan ungkapan yang maknanya mengandung atau mencakup makna ungkapan lain. Misalnya, kata anggrek berhiponim dengan bunga dan bunga berhipernim dengan anggrek.


Sumber:


Ragam Dan Laras Bahasa

A. Pengertian Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialekaksenlarasgaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.
§  Jenis ragam bahasa
Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas:
1.      Ragam bahasa undang-undang.
2.      Ragam bahasa jurnalistik.
3.      Ragam bahasa ilmiah.
4.      Ragam bahasa sastra
Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas agam lisan yang antara lain meliputi:
1.      Ragam bahasa cakapan.
2.      Ragam bahasa pidato.
3.      Ragam bahasa kuliah.
4.      Ragam bahasa panggung.
5.      Ragam tulis yang antara lain meliputi :
§  Ragam bahasa teknis.
§  Ragam bahasa undang-undang.
§  Ragam bahasa catatan.
§  Ragam bahasa surat.
Ragam bahasa menurut hubungan antar pembiacra dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara, yaitu :
1.      Ragam bahasa resmi.
2.      Ragam bahasa akrab.
3.      Ragam bahasa agak resmi.
4.      Ragam bahasa santai dan sebagainya.

B. Pengertian Laras Bahasa
Laras bahasa adalah ragam bahasa yang digunakan untuk suatu tujuan atau pada konteks sosial tertentu. Banyak sekali laras bahasa yang dapat diidentifikasi tanpa batasan yang jelas di antara mereka. Definisi dan kategorisasi laras bahasa pun berbeda antara para ahli linguistik. Salah satu model pembagian laras bahasa yang paling terkemuka diajukan oleh Joos (1961) yang membagi lima laras bahasa menurut derajat keformalannya, yaitu :
1.      Beku (frozen).
2.      Resmi (formal).
3.      Konsultatif (consultative).
4.      Santai (casual), dan.
5.      Akrab (intimate).
Ragam beku digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit memungkinkan keleluasaan seperti pada kitab suciputusan pengadilan, dan upacara pernikahan. Ragam resmi digunakan dalam komunikasi resmi seperti pada pidato resmi, rapat resmi, dan jurnal ilmiah.
Ragam konsultatif digunakan dalam pembicaraan yang terpusat pada transaksi atau pertukaran informasi seperti dalam percakapan di sekolah dan di pasar. Ragam santai digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan oleh orang yang belum tentu saling kenal dengan akrab. Ragam akrab digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang sangat akrab dan intim.

C. Contoh Dari Ragam Dan Laras Bahasa
Indonesia memiliki banyak ragam bahasa, setiap daerah memiliki bahasanya tersendiri. Bahasa ini disebut bahasa daerah yaitu bahasa yang di gunakan oleh daerah tersebut untuk berkomunikasi, dan Bahasa Indonesia adalah bahasa yang menjembatani bahasa – bahasa daerah untuk berkomunikasi di luar daerah nya sendiri.

Peranan Dan Fungsi Bahasa

A. Pengertian Bahasa
Bahasa adalah sebagai sebuah sistem komunikasi yang membuat manusia dapat bekerja sama. Definisi ini menekankan fungsi sosial dari bahasa dan fakta bahwa manusia menggunakannya untuk mengekspresikan dirinya sendiri dan untuk memanipulasi objek dalam lingkungannya. Teori fungsional tata bahasa menjelaskan struktur tata-bahasa lewat fungsi komunikatifnya, dan memahami struktur tata bahasa dari bahasa sebagai hasil dari proses adaptif dimana tata bahasa telah disesuaikan untuk melayani kebutuhan komunikatif penggunanya.


B. Manfaat Bahasa
·         Sebagai bahasa Negara dan pemersatu bangsa
Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting di Negara karena merupakan salah satu dari ikrar sumpah pemuda tahun 1928 yang berbunyi Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Bersumber dari hal tersebut, Bahasa Indonesia juga memiliki fungsi sebagai pemersatu bangsa yakni berarti kedudukan yang dimiliki lebih tinggi daripada bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia.
Indonesia memiliki beragam budaya dan bahasa, untuk itu bahasa pemersatu diperlukan agar hubungan komunikasi antar satu dengan yang lain tidak terhambat.
Sebagai contoh, misalnya seorang pejabat daerah Manado mendapat tugas dinas di Jakarta aan tetapi dia tidak bisa mengunakan bahasa Indonesia dan dia hanya menguasai bahasa daerah manado. Tentu ketika dia telah tiba di Jakarta, tidak semua orang Jakarta dapat mengerti apa yang dia bicarakan karena di Jakarta berbagai suku dan budaya ada. Pejabat tersebut harus menggunakan bahasa Indonesia agar hubungan komunikasi dalam perjalan dinasnya tidak mengalami hambatan.

·         Sebagai Alat komunikasi
Seperti yang telah dijelaskan dalam point pertama tadi. Bahasa Indonesia tidak akan luput daripada fungsi komunikasi. Karena komunikasi adalah hal yang paling utama diperlukan saat menjalin hubungan dengan orang lain.
Contohnya, adalah kita berbicara bahasa Indonesia kepada guru atau dosen kita. Bahasa Indonesia dapat menjadi alat yang membantu kita menyampaikan ide, gagasan, dan pemikiran kita.

·         Sebagai penunjuk identitas diri
Berkaitan dengan point kedua, Bahasa Indonesia merupakan alat menyampaikan gagasan dan pemikiran kita kepada orang lain sehingga dalam hal ini dapat dikatakan bahwa bahasa juga sebagai penunjuk identitas diri. Dari cara berpikir kita, tata bahasa yang kita gunakan serta idea pa saja yang telah kita tuangkan menggunakan bahasa Indonesia dapat menggambarkan identitas diri kita.
Seperti contoh yang baru-baru ini marak beredar adalah bahasa ala Vicky prasetyo. Vicky menggunakan istilah-istilah bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang tidak lazim digunakan sehingga menimbulkan keanehan seperti istilah konspirasi kemakmuran,labil ekonomi dsb. Akan tetapi, di sisi lain kita jadi mengetahui bagaimana sosok Vicky sebenarnya. Seperti apa cara berpikirnya dan bagaimana tata bahasanya.

·         Sebagai alat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi
Dalam dunia pendidikan di Indonesia, Bahasa Indonesia menjadi salah satu materi yang wajib diajarkan mulai dari tingkat paling rendah hingga tingkat perguruan tinggi. Hal itu terjadi karena Bahasa Indonesia merupakan alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Diluar sana, banyak buku-buku yang menjadi sumber pengetahuan menggunakan bahasa Indonesia. Di sisi lain, sebagai syarat kelulusan mahasiswa perguruan tinggi juga harus menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar untuk membuat suatu perkembangan ilmu pengetahuan dengan sebuah ide yang menggunakan bahasa Indonesia kemudian dipaparkan dalam bentuk tulisan ilmiah.


C.    Apakah Bahasa Dapat Mempengaruhi Seseorang ?

Jelas, dapat mempengaruhi. Karena, bahasa adalah komunikasi informasi melalui simbol-simbol yang disusun berdasarkan aturan sistematis. Penggunaan bahasa adalah suatu kecakapan kognitif pusat, sesuatu yang penting bagi kita untuk berkomunikasi dengan orang lain.
Bahasa tidak hanya penting dalam komunikasi, namun juga sangat terkait dengan setiap cara kita memikitkan dan memahami dunia. Tanpa bahasa, kemampuan kita untuk menyampaikan informasi, mendapatkan pengetahuan, dan bekerja sama dengan orang lain akan sangat terganggu.

Sumber:
http://ariefbk10.wordpress.com/2013/10/02/peranan-dan-fungsi-bahasa/
http://edukasi.kompasiana.com/2014/02/28/berbahasa-yang-baik-dapat-merubah-perilaku-635463.html
- http://zmughnii.blogspot.com/2013/10/peranan-bahasa-indonesia.html

Sejarah Perusahaan PT. Kalbe Farma


PT. Kalbe Farma merupakan salah satu industri farmasi di Indonesia didirikan pada tanggal 10 September 1966 oleh Dr. B. Setiawan yang kemudian mengambil gelar Ph.D. di bidang farmakologi. Keinginannya untuk mendirikan perusahaan ini didorong oleh rasa ingin ikut mengambil bagian dalam pembanguna nasional, terutama dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pelayanan pengobatan yang baik.
Perusahaan yang didirikannya, pertama kali berdiri di Jl. Simpang 1/1 Tanjung Priok, Jakarta Utara. Aktivitas produksinya baru dimulai pada tahun 1967 dengan produksi yang terbatas hanya pada jenis obat sirup. Seiring dengan perkembangan tersebut, ternyata lokasi yang terletak di Tanjung Priok tidak mungkin lagi untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. Maka pada tahun 1970 pusat kegiatan dipindahkan ke lokasi yang baru di Jl. Ahmad Yani, yaitu di kawasan Pulo Mas, Jakarta Timur. Pada tahun 1974 jaringan PT. Kalbe Farma telah menguasai pasar di seluruh wilayah Indonesia dengan kekuatan penjualan produk PT. Kalbe Farma.
Pada pertengahan tahun 1997, PT. Kalbe Farma berpindah lokasi di kawasan Industri Delta Silikon, Jl. M.H Thamrin Blok A3-1 Lippo Cikarang, Bekasi 17550 dengan PO BOX 371 Bekasi 17073, Indonesia No. Telepon (021) 89907333-37 dan Faks (021) 8972874. PT. Kalbe Farma juga mempunyai website dengan alamat http : //www.kalbe.co.id atau www.kalbefarma.com
Pabrik baru PT. Kalbe Farma Tbk. Memiliki luas area 105.130 m2 dengan luas bangunan sekitar 41.027 m2 dibagi menjadi sarana produksi yang terdiri dari gedung kantor, gedung produksi dan teknik, gudang dan sarana pendukung lain seperti tempat pengolahan limbah, lapangan parkir, koperasi, kantin dan city water.
Sampai saat ini, PT. Kalbe Farma selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari produk yang memenuhi persyaratan peraturan untuk industri farmasi dari Departemen Kesehatan RI sehingga PT. Kalbe Farma dinyatakan telah memenuhi persyaratan pemerintah sejak tahun  1974. Persyaratan-persyaratan tersebut antara lain :
1.      Peraturan produksi obat tentang perlengkapan dan kelengkapan alat-alat produksi.
2.      Peraturan/ surat keputusan Menteri Kesehatan RI tentang persyaratan perlengkapan dan kelengkapan suatu industri farmasi.
3.      Peraturan tentang dasar-dasar pengawasan mutu obat dan cara-cara yang baik dalam pengawasan mutu obat-obatan.
4.      Peraturan-peraturan lain mengenai bidang industri farmasi.
Pada tanggal 15 Agustus 1974, PT. Kalbe Farma memperoleh status Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN) atau perusahaan yang menanamkan modal untuk kemajuan industri, sesuai dengan keputusan The Investment Coordination Board No. 352/4/BKPM/74/PMDN. Pada Tahun 1974 PT. Kalbe Farma mendirikan gedung perkantoran, kemudian pada tahun 1978 didirikan gedung SPNS (Solid Product Non Steril). Gedung ini bertingkat tiga, baru pada tahun 1985 dilakukan rekontruksi menjadi bertingkat enam.
Sebagian besar kegiatan berlangsung di bagian R&D, QA, PPIC dan produksi. Pada tahun 1988 mulailah dikembangkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang harus diterapkan oleh seluruh industri farmasi di Indonesia, sejalan dengan dikeluarkannya Surat Menteri Kesehatan RI No. 43/MENKES/SKII/1988. Oleh karena itu, dalam rangka penerapan CPOB serta untuk meningkatkan kapasitas produksi sebanyak tiga kali lipat, sejak tahun 1994 dibangun suatu plant baru di daerah kompleks industri Delta Silicon, Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat sesuai dengan progam pemerintah. Pabrik baru tersebut diresmikan pada tanggal 17 Desember 1998 bersamaan dengan diterimanya sertifikat ISO 9001. Hingga kini PT. Kalbe Farma telah melakukan upgrade dan memperoleh pengakuan ISO 9001 versi tahun 2000 yang lebih menekankan pada kepuasan pelanggan terhadap produk yang dihasilkan dan perbaikan yang berkesinambungan. Dalam rangka peningkatan standar kualitas secara keseluruhan, pada bulan Oktober tahun 2004 PT. Kalbe Farma akan mulai menerapkan integrated system untuk memenuhi persyaratan ISO 14001, OHSAS 18001, dan ISO 9001.
Hingga saat ini, PT. Kalbe Farma tetap merupakan produsen terbesar di pasaran dalam negeri, baik untuk produk Ethical (obat dengan resep dokter) maupun produk OTC (Over The Counter). Selain melayani pasar dalam negeri, sejak tahun 1988 produk-produk dari PT. Kalbe Farma sudah diekspor ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Srilanka, Nigeria, Myanmar dan lain lain.
Kalbe Farma mempunyai visi dan misi untuk tetap memproduksi produk-produk kesehatan yang menjadi dan menjangkau permintaan pasar secara menyeluruh demi memenuhi kebutuhan beragam konsumen tidak hanya di seluruh Indonesia tetapi juga internasional (untuk ekspor). Kesuksesan yang berlanjut akan membantu pemegang saham dan masyarakat untuk mencapai hidup yang lebih baik.
Misi dari Kalbe Farna yaitu “To Improve Health For A Better Life”. Sedangkan Visi Kalbe Farma yaitu “To Be The Best Indonesian Health Care Company, Driven By Innovation, Strong Brands And Excellent Management”.
Selain itu juga terdapat dasar-dasar dari Kalbe Farma yang disebut sebagai Kalbe Panca Srhada, yaitu :
a.      Trust is the glue of life
Kepercayaan adalah perekat di antara kami
b.      Mindfullness is the foundation of our action
Kesadaran penuh adalah dasar dari setiap tindakan kami
c.       Innovation is the key to our success
Inovasi adalah kunci dari keberhasilan kami
d.      Strive to be the best
Bertekad menjadi yang terbaik.
e.       Interconnectedness is universal a way of our life
Saling keterkaitan adalah panduan hidup kami.

logo PT. Kalbe Farma

Seiring dengan  pengembangan zaman, pada saat ini PT. Kalbe Farma telah mendapatkan ISO 9001 sebagai wujud nyata terhadap pengendalian dan pengawasan mutu produk yang dihasilkan. Di samping itu PT. Kalbe Farma Tbk. Telah menggalakan suatu program manajemen yang diberlakukan kepada segenap sumber daya manusianya yang bertujuan untuk mengarahkan sumber daya manusia tersebut kepada pelayanan yang berbasis pada keunggulan mutu dan kepuasan pelanggan, guna tetap mengukuhkan kedudukan dan tetap mengeksiskan PT. Kalbe Farma Tbk di tengah persaingan dalam dunia farmasi saat ini.
Hingga saat ini produk Kalbe farma yang telah beredar di pasaran mencapai kurang lebih 300 macam produk, diantaranya menghasilkan produk under licensed yang merupakan hasil kerjasama dengan berbagai produsen yang ada di luar negeri,  diantaranya :
·         Daiichi (Jepang) untuk Cravit tablet dan injeksi, dan sebagainya
·         Schering (USA) untuk Lesidas dan sebagainya
Agar produksi berjalan, maka produk yang dihasilkan harus didukung oleh sistem distribusi pemasaran yang baik dan tersebar luas. Untuk menunjang kelancaran produksi dan distribusi ini, PT. Kalbe Farma mempunyai distributor tunggal yaitu PT. Enseval Putra Magatranding yang mempunyai beberapa cabang yang tersebar luas di Indonesia yaitu : Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Denpasar, Medan, Padang, Palembang, Manado, Banjarmasin, Samarinda, Ujung Pandang, dll.
Partisipasi lainnya, PT. Kalbe Farma adalah mengadakan kegiatan dalam bidang ilmu pengetahuan, misalnya :
1.      Mengadakan kerjasama dengan lembaga pendidikan, yaitu sebagai tempat penelitian mahasiswa kimia, AKA, SMAK, dan lain-lain.
2.      Mengadakan atau mengikuti seminar-seminar yang erat kaitannya dengan obat-obatan dan kesehatan yang diadakan untuk tenaga sarjana, Analis dan Asisten Apoteker.
3.      Publikasi, yaitu penerbitan majalah Cermin Dunia Kedokteran

Berbagai macam jenis obat yang diproduksi di PT. Kalbe Farma Tbk. , berikut ini beberapa jenis obat yang diproduksi :
1.      Tablet
Tablet adalah bentuk sediaan padat yang mengandung satu unit dosis lazim dengan suatu macam bahan aktif atau lebih tergantung tujuan yang ingin dicapai. Tablet bisa berbentuk bulat, datar, atau bikonvek yang dibuat dengan pengompresan zat aktif atau campuran zat aktif dengan atau tanpa bahan pengisi/tambahan.
2.      Tablet salut
Tablet salut adalah tablet yang dilapisi oleh suatu zat penyalut, dengan berbagai alasan misalnya saja untuk meningkatkan stabilitas obat, menutupi rasa obat yang tidak enak, menghindaari penguapan zat atau bahan dalam tablet, memperbaiki penampilan tablet, merupakan identifikasi dari produk psbrik obst tertentu.
3.      Cream
Cream adalah sediaan setengah padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut  atau terdispersi dalam larutan yang sesuai.
4.      Kapsul
Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang, keras  atau lunak yang dapat larut. Cangkang umumnya terbuat dari gelatin, tetapi dapat juga terbuat dari pati atau bahan lain yang sesuai.
5.      Injeksi/Ampul
Injeksi adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi, atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau selaput lendir. Injeksi volume kecil adalah injeksi yang dikemas dalam wadah 100 ml atau kurang.
6.      Sirup
Sirup adalah sediaan pekat dalam air dari gula atau pengganti gula dengan atau tanpa bahan penambahan bahan pewangi, dan zat obat.

Bentuk Data Dalam Program Cobol


Bentuk data di bedakan menjadi 2, yaitu:
1. Data Variabel
2. Data konstanta

¨      Data Variabel adalah data yang nilainya dapat berubah didalam program.
      Contoh : ACCEPT NAMA_MHS.
¨      Konstanta adalah suatu data yang  nilainya tidak tergantung dari input yang dibaca (bernilai tetap).
      Contoh : MULTIPLY JAM-KERJA BY 500 GIVING GAJI-OUT.

Konstanta pada Procedure Division terbagi menjadi 3 :
Ø   Literal Numerik
Aturannya :
1.            Maksimum panjangnya 18 digit
2.            Boleh ada tanda plus pada posisi terkiri tanpa ada spasi dengan angka pertama. Bila tanpa tanda maka dianggap bernilai positif.
3.            Boleh ada titik desimal dimana saja kecuali pada posisi terkanan.
Contoh : -15.50, 20.5, +0.72, 9876 dst.

Ø   Literal Bukan Numerik
Konstanta yang digunakan bukan untuk operasi aritmatika.
Aturannya :
1.            Panjang maksimum 120 karakter
2.            Boleh terdiri dari kumpulan karakter kecuali karakter petik.
Contoh : ‘KA06’

Ø   Figurative Constant
Termasuk dalam Cobol Reserved Word (kata yang telah dikenal oleh kompiler).
Contoh : ZERO. Digunakan pada Procedure Division. Move Zero TO Jumlah. Artinya memberikan nilai 0 pada Jumlah.

¨           OPERATOR  ARITHMATIKA
         Adalah symbol yang digunakan untuk membentuk suatu ungkapan arithmatika, yaitu :

Operator Arithmatika
Maksud
Jenjang
**
Pangkat
1
*
Kali
2
/
Bagi
2
+
Tambah
3
-
Kurang
3

¨           OPERATOR RELATIONAL
Operational Relational
Maksud
LESS THAN
Lebih kecil dari
GREATER THAN
Lebih besar dari
=
EQUAL TO
Sama dengan
NOT >
NOT GREATER THAN
Lebih kecil atau sama dengan
NOT <
NOT LESS THAN
Lebih besar atau sama dengan
NOT =
NOT EQUAL TO
Tidak sama dengan

¨           UNGKAPAN ARITHMATIKA
         Adalah kombinasi dari literal numerik, nama-data, operator arithmatika, kurung buka            dan kurung tutup.
         Penulisannya harus dipisahkan paling sedikit dengan sebuah blank antara literal         numerik, nama-data dan operator arithmatika.
         Contoh :

Maksud
Penulisan
A + B
A + B
A + B
C + D

( A + B ) / ( C + D )
A2
(B + C ) 3

A * * 2 / ( B + C ) * * 3