Memahami Persoalan Transportasi Online VS Konvensional
- Senin, 04 April 2016
Bebarapa minggu yang lalu kita
disuguhkan dengan berita demonstrasi sopir taksi konvesional di beberapa tempat
di Jakarta. Mereka menuntut agar jasa transportasi berbasis online (Uber
dan Grab Car) ditutup. Karena menurut mereka, jasa transportasi tersebut
telah melanggar aturan jasa transportasi yang ada pada umumnya. Seperti
melanggar aturan penggunaan plat berwarna hitam dan jumlah armada yang digunakan
melebihi jumlah aturan yang ada.
Sumber:
Perlu dipahami bersama bahwa arus
kemajuan teknologi merupakan sebuah keniscayaan yang mau tidak mau harus kita
ikuti. Jasa transportasi online merupakan jasa transportasi yang memanfaatkan
kemajuan teknologi. Teknologi diciptakan tujuannya untuk mempermudah segala
aktivitas-aktivitas manusia yang dilakukan sehari-hari.
Begitu juga halnya dengan jasa
transportasi online. Transportasi online diciptakan dengan tujuan untuk
mempermudah seseorang yang ingin bepergian. Sebagai contoh: mudah memesannya,
efesien dan efektif. Ini merupakan sebuah terobosan baru yang patut diberi
apresiasi.
Namun memang, aturan mengenai
transportasi yang ada saat ini masih menggunakan aturan lama atau aturan yang
tidak melihat dari segi kemajuan teknologi. Sehingga dengan otomatis penyedia
jasa transportasi online akan terkesan melanggar aturan tersebut. Di sini
dibutuhkan peran pemerintah selaku regulator (pembuat aturan) agar dapat
memberi jalan keluar atau solusi yang baik.
Diharapkan kepada penyedia jasa
transportasi berbasis online (Uber dan Grab Car), agar mau mengikuti aturan
yang mengharuskan armadanya menggunakan plat berwarna kuning. Kemudian
diharapkan kepada penyedia jasa transportasi konvensional, agar mau beradaptasi
dengan kemajuan teknologi. Karena kalau tidak mau terbuka dengan kemajuan
teknologi, maka akan ditinggal jauh oleh para kompetitornya yang berbasis
online.
Dan diharapkan
juga kepada pemerintah, agar ada solusi yang adil (win-win solution) bagi para
penyedia jasa layanan transportasi ini. Baik bagi penyedia jasa transportasi
konvensional maupun bagi penyedia jasa transportasi berbasis online. Sehingga
kedua-duanya bisa bersaing secara fair dan sportif.
Sumber:
Kebijakan Kantong Plastik Berbayar
-
Pada
tanggal 21 Februari 2016 yang lalu, pemerintah melalui Kementrian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai melaksanakan kebijakan kantong plastik
berbayar yang dilaksanakan pada 22 kota besar di Indonesia. Sistem pemberlakuan
kebijakan ini diatur mulai dari pemerintah provinsi hingga pada pemerintah
kota/kabupaten. Pencanganan kebijakan ini pun dilasanakan dalam rangka
memperingati Hari Peduli Sampah Nasional.
Dalam
kebijakan kantong plastik berbayar ini dipungut biaya Rp 200,- per kantong
plastik. Namun pada beberapa daerah memberlakukan harga yang lebih tinggi
daripada apa yang ditetapkan dalam kebijakan KLHK, misalnya di DKI Jakarta
kantong plastik dipungut sebesar Rp 5.000,-/kantong, di Balikpapan sebesar Rp
1.500,-/kantong dan di Makassar sebesar Rp 4.500,-/kantong. Harapan
pemberlakuan kebijakan ini dapat mengurangi sampah yang menumpuk di berbagai
sudut kota dan juga menekan biaya yang harus dibayarkan berkenaan dengan
pengelolaan smapah plastik.
Kebijakan kantong plastik berbayar ini pada
akhirnya dapat menekan penggunaan kantong plastik secara efektif. Hal ini
kemudian dapat mendorong berbagai alternatif penggunaan kantong plastik, salah
satunya ialah kerajinan tas belanja dan tas go
green.
kerajinan
tas belanja dan tas go green pada
saat ini mulai dilirik oleh berbagai kalangan untuk menggantikan peran kantong
plastik. Permintaankerajinan tas belanja dan tas go
green ini diprediksi akan meningkat
seiring pemberlakuan kebijakan ini.
Dalam
mendorong konversi penggunaan kantong plastik menjadi kerajinan tas
belanja dan tas go green yang
diproduksi oleh UMKM, maka perlu adanya campur tangan dari pemerintah, baik
pusat maupun daerah dalam menggalakan penggunaan tas belanja sehingga
terciptanya permintaan baru yang signifikan di pasar.
Adanya
campur tangan dari pemerintah ini diharapkan dapat lebih menggairahkan
perekonomian masyarakat yang berasal dari produksikerajinan tas belanja dan tas go
green, baik yang sudah berjalan maupun dari
pembukaan usaha baru.
Pemberlakuan kebijakan kantong plastik berbayar pada awalnya masih mencangkup pada sektor ritel, namun pada tahap selanjutnya pemberlakuan kebijakan ini akan menyasar pula pada pasar tradisional. Wacana ini pun disambut baik oleh Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia.
Adapun segmentasi pasar tradisional ini sangat efektif dalam mengurangi penggunaan kantong plastik. Seperti yang diketahui sampah plastik yang berasal dari pasar tradisional menyumbang prosentase yang sangat besar dari keseluruhan sampah yang ada.
Tarif yang dikenakan dari kantong plastik yang digunakan pada pasar tradisional masih sama dengan tarif kantong plastik pada sektor ritel, namun pemberlakuan tarif ini dapat saja berbeda-beda pada berbagaipasar tradisional. Hal ini dapat ditinjau dari seberapa besar tingkat keparahan sampah non-organik ini di pasar tradisional tersebut.
Jika tarif yang dikenakan tinggi tentu dapat mempengaruhi tingkat pembelian konsumen pula akan berbagai kebutuhan masyarakat di pasar tradisional. Seperti yang diketahui segmentasi konsumen pasar tradisionalmayoritas terdiri dari segmen menengah kebawah. Hal ini tentu akan mendorong alternatif lain dalam hal mengemas hasil belanja konsumen di pasar tradisional.
Dengan
kebijakan yang diterapkan pada segmen pasar tradisional ini diharapkan dapat
mendorong permintaan alternatif pembungkus lain, seperti halnya kerajinan tas
belanja dan tas go green. Hal
ini tentu menjadi pasar potensial bagi produk tersebut.
Berkaitan dengan pemberlakukan kebijakan
kantong plastik berbayar ini terdapat opini yang menyatakan bahwa "Pemberlakuan
kebijakan kantong plastik berbayar ini tidak hanya bisa dilakukan pada sektor
ritel semata, akan tetapi lebih efektif diberlakukan pula pada sektor produksi
yang menggunakan kemasan plastik".
Opini ini diperkuat pula dari banyaknya sampah yang berasal dari kemasan produk
di berbagai Tempat Pembuangan Sampah.
Opini
diatas dapat menjadi pertimbangan bagi produsen dalam mengalokasikan biaya
produksinya agar tetap memperoleh keuntungan yang optimum. Jika sebelumnya
hanya terdapat biaya pengemasan (packaging)
berbahan plastik, namun pada akhirnya terdapat tambahan biaya yang timbul dari
kebijakan plastik berbayar. Biaya yang ditanggung tentu diluar dari biaya CSR
yang dikeluarkan oleh perusahaan. Hal ini tentu mengakibatkan kenaikan
biaya produksi jika opini benar-benar terjadi.
Sumber:
Sejarah Kalijodo
-
Untuk diketahui, Kalijodo adalah salah satu lokasi esek-esek ternama di Jakarta. Kawasan ini begitu dikenal sebagai tempat wisata “surga dunia” bagi para pria hidung belang kelas menengah bawah. Bagaimana tidak? Para ‘pramu nikmat’ yang ditawarkan di Kalijodo rata-rata sudah senior dan berpengalaman dalam memuaskan para pelanggan. Tapi ada juga yang penjaja cinta yang masih muda. Tentu saja harganya lebih mahal.
Dengan kepuasan service “surga dunia” itulah, tak sedikit orang yang begitu tergantung dari bisnis esek-esek di Kalijodo. Tak ayal lagi, mereka pun langsung mencak-mencak saat Ahok berencana menutup lokalisasi itu.
Sejarah Kalijodo
Lantas, bagaimana sejarah Kalijodo kok bisa menjadi sementereng ini?
Budayawan yang juga novelis senior, Remy Sylado ternyata pernah membuat penelitian di Kalijodo khusus untuk novel berjudul Cau Bau Kan yang terbit tahun 2001. Novel ini pun pernah difilmkan dengan bintang utama artis Lola Amaria.
Remy menulis latar belakang Kalijodo dengan sumber seorang pria yang berumur 97 tahun yang diwawancarainya pada 1997.
“Saat itu ingatannya masih segar, kehidupannya bersentuhan dengan Kalijodo,” kata Remy, Selasa (16/02/2016).
Remy juga mengandalkan berbagai literatur dari Arsip Nasional selain wawancara dan riset di lapangan. Dari penelitian ini, dia paham bagaimana sejarah Kalijodo.
Kalijodo menurut Remy, memiliki nilai historis dalam perkembangan kota Jakarta. “Sebagai lokasi sentral ekonomi yang menghidupkan Jakarta,” katanya.
Persinggahan etnis Tionghoa
Asal muasal Kalijodo sebagaimana literatur yang dipelajari Remy, merupakan tempat persinggahan etnis Tionghoa yang mencari gundik atau selir. Saat itu, Batavia sekitar tahun 1600an di bawah kekuasaan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), mayoritas penduduknya merupakan etnis Tionghoa.
“VOC di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen pernah melakukan survei yang hasilnya menyebutkan mayoritas masyarakat Batavia merupakan etnis Tionghoa,” kata Remy.
Masyarakat berlatar belakang etnis Tionghoa ini merupakan orang-orang yang melarikan diri dari Mansuria yang ketika itu sedang mengalami perang.
“Mereka melarikan diri ke Batavia tanpa membawa istri, sehingga mereka mencari gundik atau pengganti istri di Batavia,” kata Remy.
Dalam proses pencarian gundik itu, etnis Tionghoa itu kerap bertemu di kawasan bantaran sungai. Tempat yang dijadikan pertemuan pencarian jodoh itulah yang kemudian dinamakan Kalijodo.
Para calon gundik ini merupakan perempuan lokal. Biasanya para gadis pribumi menarik pria etnis Tionghoa dengan menyanyi lagu-lagu klasik Tionghoa di atas perahu yang tertambat di pinggir kali. Deskripsi ini terdapat dalam buku Cau Bau Kan saat menggambarkan kegiatan tokoh utama bernama Tinung yang mengais rezeki di Kalijodo.
Remy sebagaimana dilansir CNNIndonesia mengatakan bahwa pada masa itu pekerjaperempuan yang akan menjadi gundik disebut Cau Bau. Cau Bau bukanlah pelacur, meskipun di lokasi itu berlangsung aktivitas seksual dengan transaksi uang.
“Cau Bau artinya hanya perempuan. Pada masa itu tidak ada ukuran yang disebut sebagai pelacuran,” katanya.
Istilah Cau Bau ini sama dengan Geisha dalam kebudayaan Jepang. “Perempuan yang menghibur dan mendapatkan uang atas pekerjaannya, tapi tak dianggap sebagai pelacur,” katanya.
Pada abad 20, Kalijodo berkembang sebagai tempat hiburan yang tidak hanya diincar para pria asal etnis Tionghoa. Kalijodo yang dekat dengan pelabuhan menjadi tempat hiburan bagi para kuli pelabuhan saat kapal bersandar di Sunda Kelapa.
Kisah-kisah preman ganas dan prostitusi aduhai
Waktu terus bergulir. Tanpa terasa Kalijodo terkenal sebagai daerah pelacuran. Apalagi setelah lokalisasi pelacuran Kramat Tunggak ditutup pada 1999 oleh pemerintah. Sejak itulah kawasan Kalijodo juga dikenal dengan lokalisasi yang ramah kantong, layanan SPBU 24 jam, kebersihan service PSK, dan banyak dihuni para preman ganas bin bengis yang tak gentar dengan aparat kepolisian.
Berikut ini kisah lengkapnya:
Murah meriah
Harga para penjaja cinta di Kalijodo begitu terjangkau dan bisa menyesuaikan kantong para pecinta “surga dunia”. Yang termurah adalah Rp 50-100 ribu. Tentu saja, para PSK yang dibanderol harga itu jauh dari kata cantik. Biasanya mereka adalah orang-orang senior yang sudah layak menimang cucu.
Tapi, jika ingin yang cantik dan muda juga ada. Biasanya mereka dibanderol dengan harga Rp 200- Rp 350 ribu.
SPBU 24 Jam
Kalijodo buka 24 jam non-stop untuk wisata ranjang aduhai. Lokasi yang berada di bantaran kali Banjir Kanal Barat Jalan Kepanduan II RT 5/RW 2, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara itu selalu setia menunggu pria hidung belang.
Seorang pedagang, Lina, 45,mengatakan, wanita selalu tersedia di Kalijodo selama 24 jam. Namun demikian, menurut dia, tempat karaoke dan kafe-kafe minuman keras baru buka sekira pukul 20.00 WIB.
“Disini mah kalo cafenya malam baru buka, siang gak buka. Kalo cwenya nonstop. Ceweknya siang dan malam ada. Kan ikut mami,” kata ibu satu anak ini, Senin (15/02/2016).
Kemantaban kebersihan
Kalijodo sebagaimana dilansir JPNN, tentu saja jauh dari kata bersih. Ya, wisata esek-esek di sana memanfaatkan rumah warga yang ada di bantaran sungai sebagai tempat untuk memadu kasih. Saat menjajakan diri, para PSK bersama maminya berjejer-jejer di depan rumah-rumah itu.
Tak hanya itu, di dalam kamar yang dibuat untuk tempat ‘berbuat’, biasanya berserakan dengan alat kontrasepsi seperti kondom. “Tempat sampahnya penuh kondom. Kadang biasanya berserakan di lantai,” kata seorang pria pelanggan Kalijodo yang tak mau namanya disebutkan.
Yang jelas, tidak ada kondom yang dipakai berkali-kali di tempat ini.
Preman-preman ganas
Wisata ranjang ini memang identik dengan preman. Betapa tidak, mereka adalah orang yang begitu berkepentingan atas berlangsungnya bisnis ini. Sebab, setiap hari mereka adalah pihak yang mendapatkan pundi-pundi dari bisnis haram ini.
Selain menguasai lahan parkir, dan keamanan, banyak juga preman yang ikut memasarkan para PSK. Tentu saja mereka mendapat keuntungan dari situ.
Tewasnya polisi
Keberingasan preman Kalijodo bukanlah isapan jempol. Bahkan, Kadivhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iqbal mengatakan anggotanya ada yang terbunuh di sana saat menjalankan tugas pada 2015 lalu.
Tak hanya itu, Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti dalam bukukunya Geger Kalijodo mengaku pernah ditodong pistol oleh preman Kalijodo pada 2002 lalu saat masih menjabat Kapolsek Penjaringan.
Nah, karena itulah, Ahok pun menggandeng pihak kepolisian dan TNI untuk menertibkan Kalijodo. Bahkan Ahok pernah berujar akan menggunakan tank TNI untuk menggusur Kalijodo.
Sumber:
6 Fitur Baru Microsoft Windows 10
- Minggu, 03 April 2016
Microsoft secara resmi mengumumkan versi terbaru dari Windows
dengan nama – sedikit melenceng dari perkiraan – Windows 10. Berikut adalah
fitur-fitur baru yang ditawarkan dalam versi tersebut:
Start Menu hidup
kembali
Rindu akan tombol Start Menu pada Windows 7? Kabar gembira bagi
Anda semua, karena Start Menu hidup kembali dengan fitur yang lebih canggih.
Start Menu pada Windows 10 merupakan gabungan dari Windows 7 dan 8, dimana
Start Menu baru dibagi menjadi dua bagian, yakni ikon aplikasi tradisional di
sisi kiri dan lives
tiles di sisi kanan.
Selain itu, menu ini dilengkapi juga dengan sistem pencarian yang lebih
canggih, dimana tidak hanya menampilkan pencarian aplikasi tapi juga
menampilkan hasil pencarian dari website.
Task View
Task View
Fitur ini sebenarnya sudah diadaptasi pada Linux dan OS X,
dimana pengguna bisa membuat virtual desktop. Misalnya pada virtual desktop
pertama terdapat kumpulan aplikasi untuk bekerja dan di virtual desktop kedua
terdapat aplikasi untuk hiburan. Sehingga dengan fitur ini berganti aplikasi
menjadi lebih mudah dan pengguna menjadi lebih produktif.
Snap Assistant
Snap Assistant
Jika Anda menggunakan Windows 8 mungkin tidak asing lagi dengan
fitur Snap. Pada Windows 10, fitur ini ditingkatkan lagi dengan snap assistant. Jadi saat
membuka banyak aplikasi dan Anda men-snap salah satu aplikasi, snap assistant akan membantu pengguna untuk memilih
aplikasi terbaik lain untuk di-snap.
Universal Apps
Universal Apps
Universal Apps merupakan masa depan aplikasi Windows, dimana
aplikasi modern akan berjalan di semua jenis dan ukuran perangkat Windows.
Mulai dari smartphone berukuran 4 dan 5 inci, tablet berukuran 7 hingga 12
inci, hingga monitor berukuran besar. Tidak hanya menguntungkan dan memudahkan
bagi pengguna, hal ini juga memudahkan para developer karena hanya perlu membuat
satu aplikasi untuk semua perangkat.
Tingkah laku baru aplikasi modern
Tingkah laku baru aplikasi modern
Perubahan juga terjadi pada aplikasi modern. Sebelumnya,
pembaharuan dari versi Windows 8 ke Windows 8.1 aplikasi modern berjalan pada
tampilan desktop, terdapat tombol pengaturan (minimize, maximize, dan close ), dan ikon aplikasi modern pada
taskbar. Kini pada Windows 10, ukuran aplikasi modern bisa diatur layaknya
aplikasi tradisional pada umumnya.
”Continuum”
”Continuum”
Fitur yang juga tidak kalah menarik disebut Continuum. Microsoft akhirnya mengerti bahwa desktop dan tablet adalah dua dunia yang berbeda. Fitur ini nampaknya hanya berlaku pada perangkat Hybrid seperti Surface Pro 3, Lenovo Yoga, dan lainnya. Jadi saat pengguna menggabungkan keyboard dan tabletnya maka akan masuk ke mode desktop, dimana terdapat Start Menu dan aplikasi modern ditampilkan pada desktop. Sedangkan saat pengguna melepas keyboard dan menggunakan touch screen maka akan masuk ke mode tablet. Pada mode ini Start Menu akan berubah menjadi full screen dan aplikasi modern juga ditampilkan dengan full screen serupa dengan Windows 8.1.
Fitur di atas merupakan bagian kecil dari
Windows 10 dan masih banyak fitur lain yang akan datang. Windows 10 akan hadir
secara resmi awal tahun depan. Bagi Anda yang tidak sabar bisa mengikuti “Insider Program” untuk mendapatkan dan mencoba
Windows 10 Technical Preview (versi beta). Perlu dicatat bahwa ketika Anda
mencoba versi beta, Anda akan menemukan beberapa keanehan atau yang lebih
dikenal dengan istilah bug.
Jadi, sebaiknya tidak dipasang pada komputer utama Anda dan kami tidak
merekomendasikan versi beta ini untuk penggunaan sehari-hari Anda yang
menginginkan kestabilan sistem operasi.
https://id.techinasia.com/fitur-baru-microsoft-windows-10
VR (Virtual Reality)
-
Sebenarnya
Apa itu VR ?
VR atau Virtual Reality,
dalam bahasa indonesia disebut Realitas Maya adalah
sebuah teknologi yang membuat pengguna atau user dapat berinteraksi dengan
lingkungan yang ada dalam dunia maya yang disimulasikan oleh komputer, jadi
kita merasa berada di dalam lingkungan tersebut.
Coba lihat video berikut
:
Contoh Virtual Reality
Contoh dari vr banyak sekali, seperti Game, misal Game FPS ( First Person Shooter ). Mas vroh akan merasa mas vroh sendiri yang menjadi karakternya, kalo biasanya main pake media layar, dengan vr mas vroh bisa langsung menikmati game langsung didepan mata mas vroh sendiri, singkatnya seperti masuk kedalam game. Contoh yang lain yaitu photoshpere, yaitu foto 360 derajat, jadi nanti mas vroh akan berasa seperti langsung di tempat dimana foto tersebut diambil, kaya google street view tapi secara langsung.
Hardware yang digunakan dalam Virtual Reality
Untuk hardware yang digunakan biasanya berupa kacamata, entah itu dengan tambahan headset atau yang lain. Untuk hadware pendukung VR itu ada yang namanya Gun Controller bentuknya seperti pistol atau senapan ( iya lah kan Gun ), Walking VR, yaitu semacam hardware yang berfungsi untuk mensimulasikan gerakan berjalan pada VR. Jadi kalo mas vroh jalan ( ditempat ), enviroment dalam vr juga ikutan jalan tergantung kecepatan mas vroh jalan.
Vendor Virtual Reality
Mengenai vendor vr ini banyak sekali, ada Omni, Oculus, Dive, Morpheus, Vive, WorldViz, dll. Google juga bikin hardware VR loh, tapi dari kardus, jadi kalo mas vroh mau nyoba bisa bikin sendiri, namanya CardBoard.
Google CardBoard
Nah ini nih, mas vroh bisa bikin sendiri hardware VR nya cukup dari kardus, lensa dan magnet. Jadi nanti displaynya pake smartphone mas vroh. Smartphone masvroh bisa ditaruh di depan cardboard, tapi sebelumnya harus download dulu aplikasi vr nya di google play, app store, dll.
Berikut bahannya:
Kalo udah ada semua tinggal dirakit, download apps beres deh.
Jadi tunggu apa lagi, silahkan coba, ntar nyesel kalo ga nyoba loh. Kalo mau beli google cardboard banyak yg jual. Okay, thanks udah mampir. Sampai ketemu lagi di artikel selanjutnya.
Sumber:
V-Class Sistem Penunjang Keputusan
- Senin, 02 November 2015
Rifqi Nurfadhillah
16112356
V-Class Sistem Penunjang Keputusan
Download disini
Langganan:
Postingan (Atom)



















